Jalur Pendakian Gunung Lokon Tomohon

Jika Anda bepergian ke Sulawesi Utara, dan memiliki hobi berpetualang sambil mendaki gunung, mungkin Gunung Lokon, yang terletak di kota Tomohon dapat menjadi salah satu pilihan tujuan wisata Anda. Gunung Lokon adalah salah satu gunung berapi paling aktif di dunia hingga saat ini. Ketinggian Gunung Lokon mencapai 1.580 meter di atas permukaan laut, dan merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Sulawesi Utara. Karena merupakan gunung berapi aktif, letusan di Gunung Lokon dapat terjadi kapan saja. Tidak jarang para pendaki harus menahan diri dari mendaki Lokon ketika statusnya dalam keadaan siaga.

gunung lokon

Jarak dari kota Manado ke kota Tomohon sekitar 25 km. Untuk menuju ke lokasi pendakian, Anda bisa naik kendaraan pribadi atau angkutan umum. Jika Anda ingin menggunakan transportasi umum, perjalanan bisa dimulai dari Terminal Karombasan, sekitar 15 menit dari pusat Kota Manado. Dari Terminal Karombasan Anda dapat naik bus langsung ke Kota Tomohon dengan waktu tempuh sekitar 1 jam. Jalan-jalan yang menanjak dan berliku menambah kisah perjalanan Anda. Begitu memasuki Kota Tomohon, Anda akan disambut dengan pepohonan hijau dan udara dingin Kota Tomohon. Cara lain untuk pergi ke Kota Tomohon sering dipilih oleh pendaki, yaitu melakukan loncatan, atau biasa disebut ‘nebeng’ dalam bahasa Indonesia. Biasanya kelompok pendaki akan berdiri di sisi jalan sambil memegang jempol ke arah mobil yang ingin mereka tumpangi, seperti truk atau truk pickup yang tidak membawa muatan.

Bagi mereka yang sering mendaki gunung, mereka mungkin akrab dengan metode ini. Menuju lokasi pendakian oleh nebeng memang memberi kesan petualangan bagi beberapa pendaki, tetapi menumpang tidak disarankan bagi Anda yang bepergian sendiri, terutama bagi wanita. Sebagai salah satu gunung yang masih aktif memuntahkan abu vulkanik, daerah di sekitar Gunung Lokon adalah tanah yang sangat subur untuk menanam berbagai jenis sayuran, bunga dan buah-buahan. Hamparan perkebunan milik warga akan menjadi hiburan bagi para pendaki yang sedang berjalan di sepanjang kaki Gunung Lokon.

Gunung Lokon juga memiliki kawah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pendaki. Jalur pendakian ke kawah tidak terlalu sulit, para pendaki akan menemukan jalur sebelum masuk di sepanjang jalur lava dalam bentuk batu padat yang besar dan bergelombang. Jarak ke kawah Gunung Lokon adalah sekitar 600 meter, ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit. Segera setelah Anda memasuki area di sekitar kawah, jalur pendakian mulai miring, dan didominasi oleh bebatuan berpasir. Aroma belerang yang mulai menyengat hidung menjadi tanda bahwa pendaki itu mendekati lokasi kawah. Selanjutnya Anda akan menyaksikan lebih dekat kepulan asap dari kawah Gunung Lokon, tetapi disarankan agar Anda menjaga jarak dari bibir kawah karena sangat berbahaya. Beberapa pendaki biasanya hanya memanjat ke lokasi kawah, lalu kembali. Ada juga pendaki yang melanjutkan pendakiannya ke puncak Gunung Lokon. Jalan menuju puncak memang cukup menanjak, dan ada gulma yang masih tebal dan tinggi. Tetapi jika Anda cukup tangguh untuk mencapai puncak Gunung Lokon, kerja keras Anda tidak akan sia-sia. Anda akan menyaksikan keindahan panorama kota Tomohon hingga Pulau Manado Tua dan pulau-pulau kecil di sekitarnya dari puncak Gunung Lokon. Jika Anda ingin mengunjungi Kota Tomohon jangan lupa memasukkan Gunung Lokon ke daftar tujuan wisata yang harus Anda kunjungi. Bahkan jika Anda cukup berani, mengapa tidak mencoba untuk mencapai Gunung Lokon dengan menumpang (nebeng) dari Manado ke Tomohon?

Sensasi Selfie di Wisata Tebing Watu Mabur Bantul

Daerah Dlingo Bantul tanpa henti melahirkan tur baru dengan spot foto kecil. Katakan saja mulai dari bukit panguk kediwung, tebing Tembelan, hutan pinus pengger, hingga tebing watu mabur. Kemudian, tebing watu mabur menjadi pembicaraan para netizen. Foto di atas tebing dengan kabut menyelimuti di bawah membuatnya terlihat seperti tebing sedang terbang. Lokasi tebing Watu Mabur cukup dekat dengan bukit Panguk yang tidak kalah ramai. Jadi, satu cara Anda akan menemukan beberapa tempat foto di daerah Bantul Dlino. Tebing watu mabur pada awalnya merupakan area perkemahan atau bumi perkemahan. Seiring dengan meningkatnya minat wisatawan untuk berkunjung di daerah Dlingo, tebing Watu Mabur mulai berubah. Beberapa titik foto dibangun untuk memberikan orang-orang muda yang suka selfie atau mengambil foto. Salah satu tempat lalu lintas yang sering di umpan Instagram adalah tempat di atas bukit. Difoto di atas titik seolah-olah berada di jalan yang tak berujung dengan kabut tipis menutupinya.

tebing watu mabur

Dinamai tebing Watu Mabur karena ini, kunjungan wisata di Bantul berada di atas bukit. Terkadang kabut muncul dari bawah tebing sehingga terlihat seolah-olah tebing itu terbang. Dalam bahasa Jawa watu berarti batu sedangkan mabur berarti terbang. Dari puncak tebing ini, kita juga bisa menikmati matahari terbit saat cuacanya bagus. Jika Anda memiliki waktu yang lama, bawalah tenda dan kemah dari atas bukit sambil menunggu matahari terbit tiba. Tebing watu mabur terletak di dusun Lemahang, Mangunan, Dlingo, Bantul, Yogyakarta. Jika Anda telah mengunjungi Hutan Pinus Mangunan, atau Kebun Buah Mangunan, Anda akan dengan mudah menemukan tempat ini. Jika kebun mangunan hanya berjalan ke timur melalui jurang. Tebing watu mabur terletak di sebelah timur tebing Tembelan.

Jika dari pusat kota Jogja, silakan pergi ke terminal giwangan. Dari persimpangan jalan lingkar, kendarai kendaraan Anda ke selatan melintasi jalan imogiri timur hingga Anda mencapai pasar imogiri. Dari pasar, ada sedikit persimpangan dan belok kiri. Ikuti jalan dan akan menemukan garpu lain (sebelum makan imogiri) belok kanan. Ikuti saja jalan ini, Anda akan tiba di daerah Dangunano Mangunan. Dari puncak tebing watu mabur, pemandangan bukit hijau dan sungai oyo dapat terlihat. Suasana terasa lebih ajaib ketika pagi hari ketika kabut dan semburat warna keemasan dari sinar matahari mulai bertabrakan. Pergi ke beberapa tempat foto yang disediakan dan mainkan kamera. Anda akan mendapatkan foto yang bagus dan jangan lupa untuk membagikannya di akun Anda. Selain mengambil foto, Anda juga bisa berkemah di sini. Cukup membayar Rp. 10 ribu Anda sudah bisa mendirikan tenda di area tenda yang telah disediakan. Bagaimana Anda tertarik pada akhir pekan di lokasi di mana sang mourur membangun dlingo? Dengan tampilan Instagramable, di tebing Pulau Mabur, pengunjung tidak dikenakan tiket retribusi. Selamat datang untuk memberikan sumbangan yang dimaksudkan untuk digunakan untuk pengembangan pariwisata.

Berlibur di Wisata Omah Bambu New Selo Boyolali

Gunung Merapi tidak pernah mengingkari janji. Keindahannya mampu membuat siapapun terbuai karenanya. Tak heran jika di sekitar Gunung Merapi terdapat banyak gardu untuk menikmati gagah gunung yang memiliki ketinggian 2.930 meter di atas permukaan laut. Salah satunya adalah Oemah Bambu atau Omah Bambu (rumah bambu) yang terletak di Selo Baru, Boyolali. Bangunan unik yang terbuat dari bambu membuat Oemah Bamboo cepat viral di Instagram. Pengunjung dapat mengambil gambar di pos pengamatan yang telah disediakan dengan latar belakang Gunung Merapi yang gagah. Daerah ini berada di ketinggian 1.700 mdpl sehingga udaranya sejuk dan sejuk. Di Omah Bambu ada juga kedai kopi, sehingga Anda dapat menghangatkan diri dengan secangkir kopi sambil menikmati pemandangan di sekitarnya.

omah bambu new selo

Gagasan Omah Bambu dimulai ketika Liyo sang pemilik ingin membuat kedai kopi. Udara di daerah selo baru yang dingin membuat kopi menjadi tren di sini. Kawasan Lencoh kebetulan memiliki kopi spesial yang disebut Arabica. Jadi tempat wisata yang saat ini menjadi hits di Boyolali dan sekitarnya juga memperkenalkan kopi asli. Sejak Lebaran tahun lalu, satu per satu gazebo mulai dibangun. Hingga saat ini sudah ada 7 gazebo berukuran 3×3 meter, 3×4 meter dan satu gazebo ukuran besar seperti aula. Di antara gazebo gazebo, ada dua pos pengamatan dengan ketinggian 8 dan 10 meter. Semua bangunan di sini terbuat dari bambu, sehingga terlihat sangat fotogenik.

Di lokasi Omah Bambu Selo Baru, pengunjung dapat berfoto dengan latar belakang Gunung Merapi. Ketika cuaca cerah, tujuh gunung dapat dilihat sekaligus dari Gunung Lawu, Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Sindoro, Gunung Sumbing, Gunung Telomoyo dan Gunung Slamet. Selain pemandangan di sekitar Selo Baru dalam bentuk sawah hijau, juga indah. Intinya adalah pandangan ini sangat menyegarkan mata dan pikiran. Alamat bambu Merapi ada di Dusun Plalangan, Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Lokasinya sekitar 37 km dari Kota Boyolali atau 38 km dari kota Magelang. Omah bambu ini juga berada di jalur pendakian Gunung Merapi sehingga cukup ramai dengan pendaki yang singgah di sini. Lokasi dapat dilihat pada Google map berikut Rute ke Omah Bamboo jika dari Semarang, silakan pergi ke Salatiga. Jika Anda telah tiba di bundaran, pilih arah bus sampai Anda bertemu lampu merah pertama. Jika benar, itu akan pergi ke piala, jika lurus ke arah Boyolali, Anda lurus. Jika Anda telah tiba di kabupaten Boyolali, ikuti jalan melewati beberapa pompa bensin. Setelah menemukan pos ojek di sisi kiri jalan, Anda akan menemukan pertigaan. Belok kanan hingga Anda mencapai Desa Selo sampai Anda menemukan tulisan Selo Baru. Jika bingung, tanyakan pada penduduk setempat.

Sementara rute ke Omah Bamboo dari Jogja, Anda bisa melewati jalan Magelang. Setelah tiba di kota Magelang, cari jalan raya Magelang – Boyolali. Ikuti jalan sampai Anda menemukan arah rambu menuju base camp mendaki Gunung Merapi. Untuk memasuki lokasi rumah bambu selo baru, pengunjung dikenai tiket sebesar Rp. 10.000. Setelah membayar tiket, Anda dapat bebas mengambil gambar di gazebo atau di pos pengamatan yang tersedia. Saat ini, bambu sangat ramai dikunjungi pengunjung pada akhir pekan. Jadi waktu terbaik untuk datang ke sini adalah pada hari kerja, Senin – Jumat.